PENINGKATAN KEBUGARAN LANSIA MELALUI SENAM LANSIA DI PEDUKUHAN SEMBUNG BALECATUR SLEMAN
DOI:
https://doi.org/10.35842/jpdb.v1i2.238Abstract
Peningkatan pesat populasi lansia merupakan masalah kesehatan global karena bersamaan dengan peningkatan insiden penyakit terkait usia (Santoro A, dkk, 2020). Prevalensi obesitas juga tumbuh progresif bahkan pada kelompok lansia. National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) menunjukkan prevalensi obesitas di kalangan lansia berusia di atas 60 tahun (37,0%) lebih tinggi dibandingkan orang dewasa muda berusia 20-39 tahun (32,3%) Indonesia termasuk salah satu negara yang akan memasuki periode lansia (ageing) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) adalah provinsi dengan persentase penduduk lansia tertinggi (13,04%) sekaligus memiliki umur harapan hidup (UHH) yang paling tinggi. Studi kohort melaporkan bahwa adipositas tinggi dan aktivitas fisik yang rendah menjadi prediktor keterbatasan mobilitas pada lansia. Lansia dengan adipositas tinggi dan aktivitas fisik rendah berisiko sangat tinggi mengalami keterbatasan mobilitas. Lansia dengan adipositas tinggi yang aktif secara fisik memiliki risiko keterbatasan mobilitas yang sama tingginya dengan orang yang tidak aktif dengan adipositas rendah. Aktivitas fisik pada lansia harus menekankan aktivitas aerobik intensitas sedang, aktivitas penguatan otot, serta mengurangi perilaku sedentari. Studi ini memberikan intervensi berupa aktivitas aerobik intensitas sedang yaitu latihan step aerobics yang merupakan aktivitas naik turun di bangku tunggal dalam gerakan koreografi dengan aransemen musik berirama dan dilakukan secara berkelompok. Bentuk kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pendampingan posyandu lansia terutama kegiatan senam lansia di pedukuhan Sembung, Balecatur Sleman Yogyakarta. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat bahwa terjadi peningkatan kebugaran lansia di pedukuhan Sembung serta memberikan informasi kondisi status gizinya.
Kata kunci : senam lansia; aktivitas fisik; kebugaran