PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMBUATAN SABUN CAIR DARI MINYAK JELANTAH DI BANK SAMPAH SIDOMULYO MAJU BAMBANGLIPURO

Authors

  • Wahyu Ratnaningsih Politeknik ATK Yogyakarta
  • Andri Saputra Politeknik ATK Yogyakarta
  • Pani Satwikanitya Politeknik ATK Yogyakarta
  • Mario Sarisky Dwi Ellianto Politeknik ATK Yogyakarta
  • Latifah Listyalina Politeknik ATK Yogyakarta
  • Muh Wahyu Sya’bani Politeknik ATK Yogyakarta
  • Wisnu Pambudi Politeknik ATK Yogyakarta
  • Uma Fadzilia Arifin Politeknik ATK Yogyakarta
  • Cahya Widiyati Politeknik ATK Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.35842/jpdb.v1i2.243

Abstract

Keberadaan limbah minyak jelantah merupakan suatu hal yang menimbulkan dampak negatif bagi manusia dan lingkungan. Minyak jelantah adalah minyak goreng bekas yang tidak dapat digunakan kembali karena akan menimbulkan gangguan kesehatan, sedangkan apabila dibuang ke lingkungan secara langsung juga akan menyebabkan masalah lain. Bank Sampah Sidomulyo Maju yang terletak di Desa Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul, Yogyakarta dibangun dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah maupun limbah serta meningkatkan perekonomian masyarakat. Limbah minyak jelantah dari rumah tangga yang belum dikelola dengan optimal menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi masyarakat desa setempat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan mengolah limbah minyak jelantah menjadi sabun cair. Metode kegiatan ini antara lain memberikan ceramah, diskusi, pelatihan dan pendampingan pembuatan sabun cair oleh 2 instruktur dan 8 asisten instruktur kepada 30 orang peserta yang di antaranya merupakan anggota bank sampah dan masyarakat Desa Sidomulyo. Hasil kegiatan ini berupa pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan pengolahan limbah minyak jelantah. Masyarakat diharapkan mampu menerapkan pengolahan limbah minyak jelantah menjadi sabun cair sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan dan meningkatkan nilai tambah. Keaktifan peserta dan antusiasme juga ditunjukkan oleh kinerja peserta selama pelatihan dan produk sabun cair yang dihasilkan serta kegiatan diskusi yang aktif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan nilai keterserapan materi yang disampaikan dari 50,51 menjadi 94,17.

Kata kunci : bank sampah; minyak jelantah; sabun cair; pemberdayaan masyarakat

Downloads

Published

2024-08-31

Issue

Section

Articles